Pages

Sabtu, 16 November 2013

Filled Under:

SHOLAT DI AWAL WAKTU

 

 

Kata sunnah bentuk jamak dari kata sunâtun yang artinya kelakuan, kebiasaan. Sunâtun artinya kelakuan, kebiasaan. Sunâtun menurut lughot (bahasa) : at-thorîqot, jalan, kelakuan yang diridhoi atau yang tidak diridhoi. Jalan kelakuan yang diridhoi adalah segala yang telah dibiasakan oleh Rosul, baik ucapan maupun tindakan zhohir / bathin. Yang dimaksud dengan kata as-sunnah pada kitab ini adalah segala yang telah dibiasakan dari ucapan dan kelakuan yang selalu dilakukan Guru Mursyid kita yang menjadi wasilah (perantara) antara kita dan Alloh yaitu Tuan Syaikh Ahmad Shohibulwafa Tajul ‘Arifin ra dalam melaksanakan sholat fardhu dan ibadah lainnya.

Kebiasaan beliau adalah sholat awal waktu.

إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتَابًا مَوْقُوْتًا
Innash sholâta kânat ‘alal mu’minîna kitâban mauqûtâ
Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman
(Q.S. An-Nisâ’ : 103)


فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاَةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا
Fakholafa min ba‘dihim kholfun adlô‘ush sholâta wat taba ‘usy syahawâti fasawfa yalqowna ghoyyâ
Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan
(Q.S. Maryam : 59)

الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلاَتِهِمْ سَاهُوْنَ 
Alladzîna hum ‘an sholâtihim sâhûna
(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya
(Q.S. Al-Mâ’ûn : 5)
Ibnu Abbas menjelaskan wail itu adalah satu jurang yang ada dalam neraka jahanam. Tempat ini untuk orang yang suka mengakhirkan sholat fardhu. Sabda Rosul Saw, “Muslim yang meninggalkan sholat sama dengan musyrik, sedangkan yang mengingkarinya sama dengan kafir.” Sabda Rosul Saw yang lain, “Orang yang menyepelekan sholat diberi 15 siksaan; 6 di dunia, 3 ketika maut, 3 di kubur, 3 saat dibangkitkan.”

A.        Siksaan ketika di dunia:
1.         Dihilangkan barokah umurnya
2.         Hilang ciri-ciri kesalehan dari mukanya
3.         Semua amal baiknya tidak mendapatkan pahala
4.         Do’anya tidak diangkat ke langit
5.         Tidak dapat bagian do‘a orang sholeh

B.        Siksaan ketika Maut
1.         Matinya hina
2.         Mati dalam keadaan lapar
3.         Matinya sangat haus (tidak akan memperoleh kesegaran walau minum air lautan dunia)

C.        Siksaan di Kubur
1.         Alloh menyempitkan kuburnya dan menjepitnya sampai tulang rusuknya hancur luluh.
2.         Dinyalakan api di kuburnya hingga bolak-balik dan menjadi arang
3.         Didatangkan ular besar yang disebut Suja’ul Aqro. Dua matanya dari api, kuku-kukunya dari besi. Panjang setiap kukunya sama dengan perjalanan satu hari. Ia bicara, “Akulah Syuja’ul Aqro”. Suaranya seperti halilintar menyambar. “Aku diperintah Alloh, Tuhanku untuk memukulmu karena menyia-nyiakan sholat shubuh sampai datang waktu zhuhur, karena menyia-nyiakan sholat zhuhur sampai datang waktu ‘ashar dst”. Setiap pukulan, tubuh pendosa itu tertanam sedalam 70 siku. Kemudian dicongkel lagi dengan kukunya dan dipukul lagi terus begitu sampai qiyamat. Kita bermohon, semoga diselamatkan dari siksa kubur.

D.        Siksaan di hari qiyamat
1.         Dipandang Alloh dengan murka di waktu dihisab amalnya sehingga rontok daging mukanya
2.         Alloh menghisab dengan hisaban berat dan lama sekali sampai ia diputuskan menjadi ahli neraka yang merupakan sejelek-jeleknya tempat.

Rosul Saw bersabda, “Sholat adalah ukuran timbangan dan ujung takaranmu. Apabila kamu memenuhinya dengan baik, selamatlah kamu dan apabila kamu kurangi maka disiksalah kamu.”  Dalam hadits lainnya, Rosul Saw bersabda, “Siapa yang berjama‘ah shubuh selama 40 hari tanpa ketinggalan satu roka’atpun, maka Alloh memberi dua kebebasan, 1. bebas dari munafiq dan 2. bebas dari neraka (Kitab Qurrotul ‘Uyyun wa Mufarijul Qolbil Mahzun karya Imam Abu Alaist As-Samarqondi)

Karena itu Pangersa Abah sholat seperti sholatnya Rosul. Hadits, “Sholatlah kamu seperti melihat aku sholat”. Sabda yang lain, ”Amalan yang paling utama adalah sholat awal waktu.” (H. R. At-Turmudzi, al Hakim, Bukhori Muslim)



0 komentar:

Posting Komentar

Copyright @ 2013 38.