Kata sunnah
bentuk jamak dari kata sunâtun yang artinya kelakuan, kebiasaan. Sunâtun
artinya kelakuan, kebiasaan. Sunâtun menurut lughot (bahasa) : at-thorîqot,
jalan, kelakuan yang diridhoi atau yang tidak diridhoi. Jalan kelakuan yang
diridhoi adalah segala yang telah dibiasakan oleh Rosul, baik ucapan maupun
tindakan zhohir / bathin. Yang dimaksud dengan kata as-sunnah pada kitab
ini adalah segala yang telah dibiasakan dari ucapan dan kelakuan yang selalu
dilakukan Guru Mursyid kita yang menjadi wasilah (perantara) antara kita
dan Alloh yaitu Tuan Syaikh Ahmad Shohibulwafa Tajul ‘Arifin ra dalam
melaksanakan sholat fardhu dan ibadah lainnya.
Kebiasaan
beliau adalah sholat awal waktu.
إِنَّ الصَّلاَةَ
كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتَابًا مَوْقُوْتًا
Innash
sholâta kânat ‘alal mu’minîna kitâban mauqûtâ
Maka
apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri,
di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman,
maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah
fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman
(Q.S.
An-Nisâ’ : 103)
فَخَلَفَ مِنْ
بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاَةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ
غَيًّا
Fakholafa
min ba‘dihim kholfun adlô‘ush sholâta wat taba ‘usy syahawâti fasawfa yalqowna
ghoyyâ
Maka
datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan
memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan
(Q.S. Maryam
: 59)
الَّذِيْنَ
هُمْ عَنْ صَلاَتِهِمْ سَاهُوْنَ
Alladzîna
hum ‘an sholâtihim sâhûna
(yaitu)
orang-orang yang lalai dari shalatnya
(Q.S. Al-Mâ’ûn
: 5)
Ibnu
Abbas menjelaskan wail itu adalah satu jurang yang ada dalam neraka
jahanam. Tempat ini untuk orang yang suka mengakhirkan sholat fardhu. Sabda
Rosul Saw, “Muslim yang meninggalkan sholat sama dengan musyrik, sedangkan yang
mengingkarinya sama dengan kafir.” Sabda Rosul Saw yang lain, “Orang yang
menyepelekan sholat diberi 15 siksaan; 6 di dunia, 3 ketika maut, 3 di kubur, 3
saat dibangkitkan.”
A. Siksaan ketika di dunia:
1. Dihilangkan
barokah umurnya
2. Hilang
ciri-ciri kesalehan dari mukanya
3. Semua
amal baiknya tidak mendapatkan pahala
4. Do’anya
tidak diangkat ke langit
5. Tidak dapat
bagian do‘a orang sholeh
1. Matinya
hina
2. Mati
dalam keadaan lapar
3. Matinya
sangat haus (tidak akan memperoleh kesegaran walau minum air lautan dunia)
1. Alloh
menyempitkan kuburnya dan menjepitnya sampai tulang rusuknya hancur luluh.
2. Dinyalakan
api di kuburnya hingga bolak-balik dan menjadi arang
3. Didatangkan
ular besar yang disebut Suja’ul Aqro. Dua matanya dari api, kuku-kukunya
dari besi. Panjang setiap kukunya sama dengan perjalanan satu hari. Ia bicara,
“Akulah Syuja’ul Aqro”. Suaranya seperti halilintar menyambar. “Aku
diperintah Alloh, Tuhanku untuk memukulmu karena menyia-nyiakan sholat shubuh
sampai datang waktu zhuhur, karena menyia-nyiakan sholat zhuhur sampai datang
waktu ‘ashar dst”. Setiap pukulan, tubuh pendosa itu tertanam sedalam 70 siku.
Kemudian dicongkel lagi dengan kukunya dan dipukul lagi terus begitu sampai
qiyamat. Kita bermohon, semoga diselamatkan dari siksa kubur.
1. Dipandang Alloh dengan murka di waktu
dihisab amalnya sehingga rontok daging mukanya
2. Alloh menghisab dengan hisaban berat
dan lama sekali sampai ia diputuskan menjadi ahli neraka yang merupakan
sejelek-jeleknya tempat.
Rosul Saw
bersabda, “Sholat adalah ukuran timbangan dan ujung takaranmu. Apabila kamu
memenuhinya dengan baik, selamatlah kamu dan apabila kamu kurangi maka
disiksalah kamu.” Dalam hadits lainnya,
Rosul Saw bersabda, “Siapa yang berjama‘ah shubuh selama 40 hari tanpa
ketinggalan satu roka’atpun, maka Alloh memberi dua kebebasan, 1. bebas dari
munafiq dan 2. bebas dari neraka (Kitab Qurrotul ‘Uyyun wa Mufarijul Qolbil
Mahzun karya Imam Abu Alaist As-Samarqondi)
Karena
itu Pangersa Abah sholat seperti sholatnya Rosul. Hadits, “Sholatlah kamu
seperti melihat aku sholat”. Sabda yang lain, ”Amalan yang paling utama adalah
sholat awal waktu.” (H. R. At-Turmudzi, al Hakim, Bukhori Muslim)
0 komentar:
Posting Komentar